beberapa bulan yang lalu gw sempet membuat eksperimen printmaking lagi. soalnya kalo ndak salah waktu itu gw di undang sama teman-teman dari seni rupa Unj untuk bikin acara pameran dikampus, dan setiap pesertanya diharuskan untuk membuat karya baru dengan ukuran 1x2m diatas kain. karena gw ngerasa udah bosen membuat karya print making dengan media papan MDF akhirnya gw kepikiran untuk membuat karya printmaking dengan teknik relief print tapi dengan menggunakan material yang mungkin masih belum kepikiran sama orang lain. awalnya sich gw sempet bingung memilih material alternative pengganti papan MDF nya karena untuk membuat karya cetak tinggi biasanya harus menggunakan media yang cukup keras tapi juga harus mudah untuk ditoreh atau dicungkil dengan pisau. alternatif pertama gw kepikiran untuk mencoba menggunakan busa ati, tp setelah gw pikir lg karena sifat busa yang terlalu lunak kayaknya ndak mungkin untuk ditoreh dengan menggunakan pisau cungkil. lalu gw juga kepikiran untuk menggunakan karet sol, tapi setelah gw survey pasar ternyata ukuran terbesar karet sol hanya 120x100cm dan harganya juga lumayan mahal. jadi gw ndak jadi menggunakan karet sol. karena masih belum dapet alternative material untuk pembuatan karya tersebut tadinya gw juga sempet kepikiran untuk membuat karya printmaking dengan teknik lain seperti stencil atau silkscreen tp karena gw juga harus ngajar jadi kayaknya waktunya jg ndak cukup untuk ngerjainnya…… sampai pada suatu sore ditempat gw ngajar tanpa sengaja gw ngeliat pollyfoam board bekas wadah mie instan yang lagi ditusuk-tusuk pake sumpit. karena sifatnya yang lebih keras dari busa ati akhirnya gw coba untuk membuat eksperimen kecil dengan mencoba memotong pollyfoam wadah mie itu dengan menggunakan pisau cutter, dan ternyata bisa ditoreh. lalu gw coba lagi potong dengan menggunakan pisau cukil, tapi ternyata masih terlalu lunak untuk ditoreh jadi torehan pisau cukil itu malah menghancurkan permukaan pollyfoam tersebut. karena merasa kesal karena eksperiman tersebut gagal trus akhirnya pollyfoam itu gw tusuk-tusuk pake pensil. tp semakin banyak gw tusuk ternyata tusukan-tusukan pensil tersebut malah membuat kesan yang unik. setelah itu gw putuskan untuk mencoba membuat eksperimen lg dengan membuat gambar dan menorehnya dengan menggunakan benda tumpul ternyata torehannya malah lebih bagus daripada menggunakan pisau cukil. dan akhirnya gw putuskan untuk menggunakannya sebagai alternative material penggaanti papan MDF. setelah melakukan eksperimen lanjutan menggunakan pollyfoam tersebut akhirnya gw pun melakukan survey harga, ukuran, dan ketebalan dari media tersebut. dan ternyata harganya jauh lebih murah dibandingkan dengan harga papan MDF dan karet sol sepatu, akurannya pun cukup besar, yaitu 120x220cm. tapi karena sifatnya yang ringkih dan tidak bisa digulung maka gw memotongnya menjadi empat bagian agar selain mudah dibawa juga untuk mensiasati dalam proses pengerjaannya karena selain harus bekerja sendiri, ruang tempat mengerjakannya juga terlalu sempit. dalam proses pentorehan gw hanya menggunakan pensil atau ballpoint bekas dan cutter jaadi menurut gw sich siapapun bisa melakukannya karena alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan karya ini mudah untuk dicari. kemudian dalam proses pencetakan mungkin gw masih ada sedikit kekurangan karena tinta yag g digunakan adalah tinta berbasis minyak maka proses pengerjaannya lumayan membutuhkan kesabaran. selain itu sepertinya masih belum maksimal dalam proses pencetakan lebih dari satu warna karena pengaruh media yang digunakan cenderung mudah rusak jadi sepertinya gw harus melakukan eksperimen lebih lanjud lagi. tapi secara keseluruhan media ini ternyata memang bisa dijadikan alternatif pengganti papann kayu, MDF, dan karet lino dalam penciptakan karya reliefprint. dokumentasi proses pembuatan
pollyfoam print ( eksperimen printmaking dengan bahan pollyfoam board)
Oktober 27, 2011 oleh omdex



